Aku ingat bagaimana caramu menyapa..
Aku ingat bagaimana caramu tertawa..
Aku ingat bagaimana caramu menunjukkan dunia..
Meski kita sudah tak bertemu sekian lama..
Meski kita sudah tak bertemu sekian lama..
Bersamamu aku merasa bisa menghadapi dunia..
Kamu selalu di sana dan menjadi saksinya..
Dari saat mimpiku baru sekedar wacana..
Sampai saat mimpiku menjadi nyata..
Walaupun itu terjadi hanya sesaat..
aku tau itu tak lama..
Dari kamu aku belajar tentang keberanian..
Bersamamu aku berani membuat keputusan..
Karena kamu aku bisa mengalahkan keangkuhan..
Dan demi kamu juga aku berani melakukan pengorbanan..
Aku mengerti semua yang terjadi..
aku tak pernah bisa memilikimu..
sesaat bersamamu ku anggap itu sudah cukup..
aku tak mau berharap lebih..
aku tau semua yang ku ingginkan tak mungkin dapat terwujud..
tapi setidaknya mengingat bayang mu itu menjadi bahagiaku..
dulu kita satu sekolah..
aku anggap itu suatu kebetulan yang indah..
kurang lebih 7 jam kita di suatu lokasi yang sama..
walaupun tak saling bertatap muka..
kini kita berbeda kota..
kini menatapmu dari kejauhanpun aku tak bisa..
jarak ini memisahkan padanganku padamu..
Awalnya, aku mengira jarak lah yang patut disalahkan..
Tapi sekarang aku mengerti, kita lah yang layak dipertanyakan..
Aku percaya jarak tak pernah salah..
Aku percaya jarak tak mampu membuat rasa musnah..
Aku percaya jarak tak pernah jahat..
Aku percaya jarak justru mendidik kita jadi seseorang yang hebat..
bila aku harus kehilanganmu..
Aku ikhlas melepaskanmu..
Akan ku ceritakan kisah kita kepada dunia..
Agar mereka tau, aku pernah menghidupi kisah cinta sehebat itu..
Agar mereka sadar, cinta itu tak hanya sekedar "aku mencintaimu"..
Selamat tinggal cinta..
Terima kasih untuk pelajarannya..
Aku tak pernah berfikir ini semua sia-sia..
Justru kisah ini membuatku semakin dewasa..
Untuk menyikapi ceritaku di bab berikutnya..




Tidak ada komentar:
Posting Komentar